Selasa, 01 April 2014

Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi I Indikator Metode Diskusi



Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi
Setiap metode yang dipakai dalam proses belajar mengajar di sekolah mempunyai kelebihan dan kekurangan, demikian halnya dengan metode diskusi. Kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut:
a.    Kelebihan metode diskusi
1)      Suasana kelas lebih hidup sebab siswa mengarahkan perhatian dan fikirannya kepada masalah yang akan didiskusikan.
2)      Dapat memunculkan kreatifitas, ide, prestasi kepribadian individu seperti toleransi, demokrasi, berfikir kritis, sistematis, sabar, dan sebagainya.
3)      Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa karena mereka mengikuti proses berfikir sebelum sampai pada suatu kesimpulan.
4)      Siswa dilatih belajar untuk mematuhi peraturan dan tata tertib layaknya dalam suatu musyawarah.
5)      Membantu murid untuk mengambil keputusan yang tepat dan lebih baik.
6)      Tidak terjebak ke dalam pemikiran individu yang kadang-kadang salah, penuh prasangka dan sempit, dengan diskusi seseorang dapat mempertimbangkan alasan pemikiran orang lain.
7)      Adanya kesadaran siswa dalam mengikuti dan mematuhi aturan yang berlaku dalam diskusi merupakan refleksi kesiswaan dan sikap mereka untuk berdisiplin dan menghargai pendapat orang lain.
8)      Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar.
9)      Menumbuhkan rasa percaya diri.
10)  Dapat menunjang usaha pengembangan sikap demokratis.
b.    Kekurangan metode diskusi
1)      Kemungkinan ada siswa yang tidak aktif sehingga diskusi baginya hanyalah merupakan kesempatan untuk melepaskan tanggung jawab.
2)      Sulit menduga hasil yang dicapai karena waktu yang diperlukan untuk pembahasan diskusi cukup panjang.
3)      Siswa mengalami kesulitan mengeluarkan ide-ide atau pendapat-pendapat mereka secara ilmiah atau sistematis (Ramayulis, 2008:312).
Untuk mengatasi kekurangan atau kelemahan metode ini maka diperlukan dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.       Pimpinan diskusi diberikan kepada siswa dan diatur secara bergiliran.
b.      Pimpinan yang diberikan kepada siswa perlu adanya bimbingan dari pihak guru.
c.       Guru mengusahakan agar seluruh siswa ikut aktif berpartisipasi dalam diskusi
d.      Mengusahakan supaya semua siswa mendapat giliran atau kesempatan berbicara sementara siswa lain belajar mendengarkan pendapat temannya.
e.       Mengoptimalkan waktu yang ada supaya tercapai hasil yang maksimal.
f.       Topik yang dibahas dapat merangsang siswa untuk memperbincangkannya
g.      Situasi dan kondisi yang memungkinkan untuk dilaksanakannya diskusi.
h.      Materi yang didiskusikan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa (Usman, 2002:37)

 Indikator Metode Diskusi
Metode diskusi memiliki indikator sebagai berikut:
a.       Terdiri dari beberapa orang, bisa lebih dari tiga orang.
b.      Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusi pemecahannya.
c.       Ada yang menjadi pemimpin.
d.      Ada proses tukar pendapat atau informasi.
e.       Menghasilkan rumusan alternatif pemecahan masalah yang sedang dibahas.
Dengan melaksanakan metode diskusi yang dilaksanakan dengan benar, maka suasana kelas akan menjadi semakin hidup. Aktifitas setiap siswa dalam kelompok akan semakin kelihatan. Semua siswa diharapkan berperan serta secara aktif dalam menyampaikan pendapatnya.Dapat menerima pendapat dari anggota kelompok yang mempunyai pendapat berbeda juga mewarnai kehidupan diskusi.Semakin banyak yang berpendapat, maka kegiatan diskusi semakin baik.
Dalam diskusi, peran guru hanya sebagai pengatur lalu lintas dan penunjuk jalan dalam pelaksanaan diskusi.Pemecahan masalah diserahkan kepada semua siswa.
Selain berperan mengatur jalannya diskusi, guru juga berperan untuk memberi bimbingan kepada kelompok yang merasa menemukan kebuntuan dalam pelaksanaan diskusi. Sehingga anggota kelompok tersebut dapat menemukan kembali arah tujuan dari permasalahan yang akan dicarikan solusi pemecahannya. Guru juga dapat menjadi penengah apabila kegiatan diskusi tidak dapat menentukan kesimpulan karena adanya beberapa pendapat yang memiliki alasan yang sangat kuat. Dalam kondisi seperti ini, peran guru sangat diperlukan agar suasana diskusi dapat kembali seperti semula.
Hal-hal yang dapat dilakukan guru agar pelaksanaan diskusi dapat berjalan dengan baik, antara lain:
a.    Menjelaskan kembali apa yang menjadi pokok permasalahan apabila terjadi penyimpangan dalam pembicaraan.
b.    Menunjukkan aspek penting yang menjadi pembahasan.
c.    Merumuskan kembali pertanyaan atau jawaban siswa agar semakin memperjelas pendapat atau pertanyaan yang kurang dimengerti oleh siswa yang lain.
d.   Memberikan bimbingan apabila terjadi kebuntuan dalam proses diskusi.
e.    Menyimpulkan semua yang telah dikemukakan siswa, serta menunjukkan alternatif pemecahan masalah yang paling tepat.
f.     Menjadi penengah manakala terjadi perdebatan yang tidak segera dapat diselesaikan diantara siswa.

Apabila hal-hal di atas dapat dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan diskusi, maka kegiatan diskusi akan dapat mencapai suatu penyelesaian masalah sesuai dengan yang diharapkan.
Agar pelaksanaan diskusi dapat berjalan dengan baik, maka guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.       Menentukan masalah (topik) yang dapat dijangkau oleh taraf berfikir siswa.
b.      Mengemukakan masalah dengan memberi penjelasan cara-cara pemecahannya, dan menjelaskan hasil apa yang ingin dicapai dalam diskusi.
c.       Dalam pembentukan kelompok hendaknya diperhatikan kemampuan masing-masing siswa.
d.      Menjelaskan tentang aturan-aturan yang digunakan dalam kegiatan diskusi.
e.       Diupayakan agar guru dapat menumbuhkan ide-ide yang baik dari siswa.
f.       Masing-masing siswa harus mencatat hasil diskusi dan menyerahkan kepada guru.
Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diskusi baik digunakan apabila:
a.       Guru ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemam-puan masing-masing.
b.      Guru ingin mengungkapkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
c.       Ingin melatih siswa untuk mengungkapkan ide-ide secara langsung.
d.      Ingin membantu siswa dalam menilai kemampuan diri sendiri dan teman-temannya.
e.       Ingin memberikan motivasi kepada anak untuk belajar lebih lanjut.

Dalam penelitian ini pelaksanaan kegiatan diskusi dilakukan oleh kelompok-kelompok. Keberhasilan diskusi tidak hanya diukur dari kebenaran tentang materi jawaban dalam memberikan alternatif pemecahan masalah, tetapi lebih ditekankan pada kegiatan atau partisipasi yang dilakukan oleh setiap individu dalam kelompok diskusi. Agar siswa dapat secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, maka dia harus memiliki ketrampilan untuk bekerjasama dengan teman anggota kelompoknya. Keterampilan kerja sama siswa dalam kelompok dapat dirumuskan dengan indikator sebagai berikut :
a.       Menghargai kesepakatan
b.      Berpartisipasi secara aktif
c.       Memberikan penghargaan dengan menunjukkan simpati
d.      Menerima tanggung jawab
e.       Mendorong partisipasi
       f.  Membuat ringkasan dan kesimpulan (http://gurudesaku.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Kisah Mata Air Keabadian

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra. Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada d...