Fungsi
Metode Diskusi
Didalam buku Metodik
Khusus Pengajaran Agama Islam (1995), fungsi dari diskusi antara lain:
a. Untuk
merangsang murid-murid berfikir dan mengeluarkan pendapat-pendapatnya sendiri,
serta menyumbangkan fikiran-fikiran dalam masalah bersama.
b. Untuk
mengambil satu jawaban aktual atau suatu rangkaian yang didasarkan atas
pertimbangan yang seksama.
Sedangkan tujuan
penggunaan diskusi dalam proses belajar mengajar di kelas, di samping sebagai
alat untuk mencapai tujuan instruksional, juga dimaksudkan untuk memperoleh
berbagai keuntungan yang lain. Keuntungan-keuntungan itu antara lain: siswa
dapat saling berbagi informasi tentang pengalaman dalam menjelajahi gagasan
baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka, dapat mengembangkan
kemampuan untuk berfikir dan berkomunikasi, serta keterlibatannya dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan dapat meningkat.
Dari penjelasan diatas,
penulis dapat menyimpulkan bahwa fungsi diskusi yaitu untuk memberikan dorongan
(stimulus) kepada siswa, sehingga dapat memberikan pendapat, ide, pemikiran
yang berguna bagi pemecahan masalah.Sedangkan tujuan penggunaan, metode diskusi
adalah untuk melatih dan membina aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa
dalam hal penyampaian pendapat dan pikiran sehingga siswa terbiasa menyelesaikan
sendiri permasalahan yang dihadapi baik permasalahan individu maupun kelompok.
Penerapan
Metode Diskusi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
menggunakan metode diskusi,yaitu:
a. Persiapan
atau perencanaan diskusi
1) Tujuan
diskusi harus jelas agar pengarahan diskusi lebih terjamin.
2) Peserta
diskusi harus memenuhi persyaratan tertentu yang jumlahnya harus disesuaikan
dengan sifat diskusi itu sendiri.
3) Penentuan
dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus jelas.
4) Waktu
dan tempat diskusi harus tepat sehingga tidak akan berlarut-larut.
b. Pelaksanaan
diskusi
1) Membuat
struktur kelompok
2) Pembagian
tugas dalam diskusi
3) Mendorong
seluruh anggota untuk berpartisipasi
4) Mencatat
ide atau saran yang penting
5) Menghargai
setiap pendapat peserta lain
6) Menciptakan
suasana yang menyenangkan
c. Tindak
lanjut diskusi
1) Membuat
hasil atau kesimpulan dari diskusi
2) Membacakan
kembali hasil diskusi untuk diadakan koreksi seperlunya
3) Membuat
penilaian terhadap pelaksanaan diskusi untuk dijadikan bahan pertimbangan dan
perbaikan pada diskusi mendatang.
Berhasil tidaknya suatu diskusi banyak tergantung
pada beberapa faktor sebagaimana berikut:
a. Kepandaian
dan kelincahan pimpinan diskusi
b. Jelas
atau tidaknya masalah dan tujuan yang dirumuskan
c. Partisipasi
dari setiap anggota
d. Terciptanya
situasi yang mendorong jalannya diskusi
e. Mengusahakan
masalah supaya cukup problematik dan merangsang siswa untuk berfikir
(Ramayulis, 2008:41).
Dari penjelasan diatas penulis dapat memberikan
kesimpulan bahwa dalam penerapan metode diskusi seseorang harus melalui
langkah-langkah yaitu persiapan, pelaksanaan diskusi dan tindak lanjut diskusi.
Diskusi akan berjalan dengan lancar dan baik atau tidaknya tergantung pada
pimpinan atau ketua diskusi. Selain itu, masalah yang didiskusikan harus
menarik partisipasi peserta diskusi serta situasi pada waktu pelaksanaan
diskusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar