Rabu, 02 April 2014

Jenis dan Indikator Prestasi Belajar

Prestasi belajar pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat dicapai setelah seseorang belajar. Menurut Tafsir (2008:34-35), hasil belajar atau bentuk perubahan tingkah laku yang diharapkan itu merupakan suatu target atau tujuan pembelajaran yang meliputi 3 (tiga) aspek yaitu: a) tahu, mengetahui (knowing); b) terampil melaksanakan atau mengerjakan yang ia ketahui itu (doing); dan c) melaksanakan yang ia ketahui itu secara rutin dan konsekuen (being).
Adapun menurut Bloom, sebagaimana yang dikutip oleh Abu Muhammad Ibnu Abdullah (2008), bahwa hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga ranah yaitu: a) ranah kognitif (cognitive domain); b) ranah afektif (affective domain); dan c) ranah psikomotor (psychomotor domain).
Bertolak dari kedua pendapat tersebut di atas, penulis lebih cenderung kepada pendapat Benjamin S. Bloom. Kecenderungan ini didasarkan pada alasan bahwa ketiga ranah yang diajukan lebih terukur, dalam artian bahwa untuk mengetahui prestasi belajar yang dimaksudkan mudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada pembelajaran yang bersifat formal. Sedangkan ketiga aspek tujuan pembelajaran yang diajukan oleh Tafsir (2008) sangat sulit untuk diukur. Walaupun pada dasarnya bisa saja dilakukan pengukuran untuk ketiga aspek tersebut, namun ia membutuhkan waktu yang tidak sedikit, khususnya pada aspek being, di mana proses pengukuran aspek ini harus dilakukan melalui pengamatan yang berkelanjutan sehingga diperoleh informasi yang meyakinkan bahwa seseorang telah benar-benar melaksanakan apa yang ia ketahui dalam kesehariannya secara rutin dan konsekuen.
Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berkesimpulan bahwa jenis prestasi belajar itu meliputi 3 (tiga) ranah atau aspek, yaitu: a) ranah kognitif (cognitive domain); b) ranah afektif (affective domain); dan e) ranah psikomotor (psychomotor domain).
Untuk mengungkap hasil belajar atau prestasi belajar pada ketiga ranah tersebut di atas diperlukan patokan-patokan atau indikator-indikator sebagai penunjuk bahwa seseorang telah berhasil meraih prestasi pada tingkat tertentu dari ketiga ranah tersebut. Dalam hal ini Muhibbin Syah (2008: 150) mengemukakan bahwa:
“Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa sebagaimana yang terurai di atas adalah mengetahui garis-garis besar indikator (penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur”.
Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai indikator-indikator prestasi belajar sangat diperlukan ketika seseorang akan menggunakan alat dan kiat evaluasi. Muhibbin Syah (2008: 150) mengemukakan bahwa urgensi pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai jenis-jenis prestasi belajar dan indikator-indikatornya adalah bahwa pemilihan dan pengunaan alat evaluasi akan menjadi lebih tepat, reliabel, dan valid.
Selanjutnya agar lebih mudah dalam memahami hubungan antara jenis-jenis belajar dengan indikator-indikatornya, berikut ini penulis sajikan sebuah tabel yang disarikan dari tabel jenis, indikator, dan cara evaluasi prestasi (Muhibbin Syah, 2008: 151).
Tabel 2.1
Jenis dan Indikator Prestasi Belajar
No
Jenis Prestasi Belajar
Indikator Prestasi Belajar
1.
 Ranah Cipta (Kognitif)
a.       Pengamatan
b.      Ingatan
c.       Pemahaman
d.      Penerapan
e.       Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara teliti)
f.       Sintesis (membuat panduan baru dan utuh)
·         Dapat menunjukkan
·         Dapat membandingkan
·         Dapat menghubungkan
·         Dapat menyebutkan
·         Dapat menunjukkan kembali
·         Dapat menjelaskan
·         Dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri
·         Dapat memberikan contoh
·         Dapat menggunakan secara tepat
·         Dapat menguraikan
·         Dapat mengklasifikasikan/memilah-milah
·         Dapat menghubungkan
·         Dapat menyimpulkan
·         Dapat menggeneralisasikan (membuat prinsip umum)
2.
Ranah Rasa (Afektif)
a.       Penerimaan
b.      Sambutan
c.       Apresiasi (sikap menghargai)
d.      Internalisasi (pendalaman)
e.       Karakterisasi (penghayatan)
·        Menunjukka sikap menerima
·        Menunjukkan sikap menolak
·        Kesediaan berpartisipasi terlibat
·        Kesediaan memanfaatkan
·        Menganggap penting dan bermanfaat
·        Menganggap indah dan harmonis
·        Mengagumi
·        Mengakui dan meyakini
·        Mengingkari
·        Membagakan atau meniadakan
·        Menjelmakan dalam pribadi dan prilaku sehari-hari
3.
Ranah Karsa (Psikomotor)
a.       Keterampilan bergerak dan bertindak
b.      Kecakapan ekspresi verbal dan nonverbal
·         Mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya
·         Mengucapkan
·         Membuat mimik dan gerakan jasmani

Tidak ada komentar:

Kisah Mata Air Keabadian

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra. Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada d...