Prestasi
belajar pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat dicapai setelah
seseorang belajar. Menurut Tafsir (2008:34-35), hasil belajar atau bentuk
perubahan tingkah laku yang diharapkan itu merupakan suatu target atau tujuan
pembelajaran yang meliputi 3 (tiga) aspek yaitu: a) tahu, mengetahui (knowing);
b) terampil melaksanakan atau mengerjakan yang ia ketahui itu (doing);
dan c) melaksanakan yang ia ketahui itu secara rutin dan konsekuen (being).
Adapun
menurut Bloom, sebagaimana yang dikutip oleh Abu Muhammad Ibnu Abdullah (2008),
bahwa hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga ranah yaitu: a) ranah
kognitif (cognitive domain); b) ranah afektif (affective
domain); dan c) ranah psikomotor (psychomotor domain).
Bertolak
dari kedua pendapat tersebut di atas, penulis lebih cenderung kepada pendapat
Benjamin S. Bloom. Kecenderungan ini didasarkan pada alasan bahwa ketiga ranah
yang diajukan lebih terukur, dalam artian bahwa untuk mengetahui prestasi
belajar yang dimaksudkan mudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada
pembelajaran yang bersifat formal. Sedangkan ketiga aspek tujuan pembelajaran
yang diajukan oleh Tafsir (2008) sangat sulit untuk diukur. Walaupun pada
dasarnya bisa saja dilakukan pengukuran untuk ketiga aspek tersebut, namun ia
membutuhkan waktu yang tidak sedikit, khususnya pada aspek being,
di mana proses pengukuran aspek ini harus dilakukan melalui pengamatan yang
berkelanjutan sehingga diperoleh informasi yang meyakinkan bahwa seseorang
telah benar-benar melaksanakan apa yang ia ketahui dalam kesehariannya secara
rutin dan konsekuen.
Berdasarkan
hal tersebut, maka penulis berkesimpulan bahwa jenis prestasi belajar itu meliputi
3 (tiga) ranah atau aspek, yaitu: a) ranah kognitif (cognitive domain); b)
ranah afektif (affective domain); dan e) ranah psikomotor (psychomotor
domain).
Untuk
mengungkap hasil belajar atau prestasi belajar pada ketiga ranah tersebut di
atas diperlukan patokan-patokan atau indikator-indikator sebagai penunjuk bahwa
seseorang telah berhasil meraih prestasi pada tingkat tertentu dari ketiga
ranah tersebut. Dalam hal ini Muhibbin Syah (2008: 150) mengemukakan bahwa:
“Kunci
pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa sebagaimana yang
terurai di atas adalah mengetahui garis-garis besar indikator (penunjuk adanya
prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau
diukur”.
Pengetahuan
dan pemahaman yang mendalam mengenai indikator-indikator prestasi belajar
sangat diperlukan ketika seseorang akan menggunakan alat dan kiat evaluasi.
Muhibbin Syah (2008: 150) mengemukakan bahwa urgensi pengetahuan dan pemahaman
yang mendalam mengenai jenis-jenis prestasi belajar dan indikator-indikatornya
adalah bahwa pemilihan dan pengunaan alat evaluasi akan menjadi lebih tepat,
reliabel, dan valid.
Selanjutnya
agar lebih mudah dalam memahami hubungan antara jenis-jenis belajar dengan
indikator-indikatornya, berikut ini penulis sajikan sebuah tabel yang disarikan
dari tabel jenis, indikator, dan cara evaluasi prestasi (Muhibbin Syah, 2008:
151).
Tabel 2.1
Jenis dan Indikator Prestasi Belajar
|
No
|
Jenis Prestasi Belajar
|
Indikator Prestasi Belajar
|
|
1.
|
Ranah Cipta (Kognitif)
a. Pengamatan
b. Ingatan
c. Pemahaman
d. Penerapan
e. Analisis (pemeriksaan dan
pemilahan secara teliti)
f. Sintesis (membuat panduan baru dan
utuh)
|
·
Dapat
menunjukkan
·
Dapat
membandingkan
·
Dapat
menghubungkan
·
Dapat
menyebutkan
·
Dapat
menunjukkan kembali
·
Dapat
menjelaskan
·
Dapat
mendefinisikan dengan lisan sendiri
·
Dapat
memberikan contoh
·
Dapat
menggunakan secara tepat
·
Dapat
menguraikan
·
Dapat
mengklasifikasikan/memilah-milah
·
Dapat
menghubungkan
·
Dapat
menyimpulkan
·
Dapat
menggeneralisasikan (membuat prinsip umum)
|
|
2.
|
Ranah
Rasa (Afektif)
a. Penerimaan
b. Sambutan
c. Apresiasi (sikap menghargai)
d. Internalisasi (pendalaman)
e. Karakterisasi (penghayatan)
|
·
Menunjukka
sikap menerima
·
Menunjukkan
sikap menolak
·
Kesediaan
berpartisipasi terlibat
·
Kesediaan
memanfaatkan
·
Menganggap
penting dan bermanfaat
·
Menganggap
indah dan harmonis
·
Mengagumi
·
Mengakui
dan meyakini
·
Mengingkari
·
Membagakan
atau meniadakan
·
Menjelmakan
dalam pribadi dan prilaku sehari-hari
|
|
3.
|
Ranah Karsa (Psikomotor)
a. Keterampilan bergerak dan
bertindak
b. Kecakapan ekspresi verbal dan
nonverbal
|
·
Mengkoordinasikan
gerak mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya
·
Mengucapkan
·
Membuat
mimik dan gerakan jasmani
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar