RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA/MA. :
Mata Pelajaran :
Sejarah
Kelas/Semester :
X/2
Standar Kompetensi :
2. Menganalisa Peradaban Indonesia dan
Dunia
Kompetensi Dasar :
2.2. Mengidentifikasi Peradaban Awal Masyarakat di Dunia
yang Berpengaruh Terhadap Peradapan Indonesia
Indikator :
Menjelaskan pengaruh peradaban India, Cina, dan Yunan
terhadap peradaban Indonesia
Alokasi Waktu : 1x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
·
Menjelaskan
pengaruh peradaban India terhadap peradaban Indonesia
·
Menjelaskan
pengaruh peradaban Cina terhadap peradaban Indonesia
·
Menjelaskan
pengaruh peradaban Yunan terhadap peradaban Indonesia
Karakter siswa yang diharapkan :
§ Jujur,
disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli
lingkungan, tanggung jawab.
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
§ Percaya
diri (keteguhan hati, optimis).Berorientasi pada tugas (bermotivasi,
tekun/tabah, bertekad, enerjik). Pengambil resiko (suka tantangan, mampu
memimpin), Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan).
B. Materi Pembelajaran
- Pengaruh peradaban India terhadap peradaban Indonesia
- Pengaruh peradaban Cina terhadap peradaban Indonesia
- Pengaruh peradaban Yunan terhadap peradaban Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab,
pemberian tugas
Strategi Pembelajaran
|
Tatap Muka
|
Terstruktur
|
Mandiri
|
|
· Menjelaskan pengaruh peradaban India,
Cina, dan kebudayaan Yunan terhadap peradaban Indonesia melalui studi pustaka
|
1. Tembok besar Cina dibangun pada masa
dinasti ….
a. Tang
b. Chin
c. Chou
d. Shang
e. Han
(hal 164 – 168 dan hal 169 – 174)
· Sebutkan ciri-ciri umum dari peradaban!
|
· Siswa dapat Menjelaskan pengaruh peradaban India, Cina, dan Yunan terhadap peradaban Indonesia
|
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
·
Apersepsi
guru mengajukan pertanyaan mengenai benda-benda peninggalan peradaban Cina di
Indonesia.
·
Menyampaikan
tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan
eksplorasi, guru:
·
Guru
menerangkan materi pengaruh peradaban India, Cina, dan Yunan terhadap peradaban
Indonesia (hal 162 - 165). (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras,
mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung
jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan
elaborasi, guru:
·
Siswa
secara berkelompok memberi contoh-contoh bukti pengaruh kebudayaan India, Cina,
dan Yunan di Indonesia (Analitika hal 165). (nilai yang ditanamkan: Jujur,
disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli
lingkungan, tanggung jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan
konfirmasi, Siswa:
·
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai
yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin
tahu.);
·
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai
yang ditanamkan: menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung
jawab.)
3. Kegiatan Penutup
·
Bersama-sama
melakukan refleksi materi yang telah dibahas. (nilai yang ditanamkan: Jujur,
disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli
lingkungan, tanggung jawab.);
·
Menarik
kesimpulan materi. (nilai yang ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras,
mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung
jawab.);
·
Evaluasi
dengan mengerjakan soal pilihan ganda (hal 166 – 168 no. 1 – 20 dan hal 169 –
174 no. 1 – 50) dan soal uraian (hal 168 no. 1 – 10 dan hal 174 no. 1 - 15). (nilai yang
ditanamkan: Jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu,
menghargai prestasi, peduli lingkungan, tanggung jawab.);
E. Sumber Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA -
- Buku sumber Sejarah SMA –
- Peta konsep
- OHP
- Buku-buku penunjang yang relevan
- Internet
F. Penilaian
Penilaian Tes tertulis : - Pilihan
ganda hal hal 166 – 168 no. 1 – 20 dan hal 169 – 174 no.
1 – 50 (skor 1 s/d 70)
- Uraian 168 no. 1 – 10 dan hal 174 no. 1 -
15
(skor setiap soal benar 2 tetapi bila
mendekati 1)
Kunci Jawaban
A.
1.
d
2.
b
3.
b
4.
b
5.
b
6.
b
7.
e
8.
a
9.
b
10. b
11. b
12. c
13. b
14. b
15. e
16. a
17. e
18. a
19. b
20. e
B.
1.
Paeradaban berasal dari bahasa latin civitas yang artinya kota. Dalam bahasa
asing, peradaban sering diistilahkan dengan civilization
(Inggris), beschaving (Belanda), dan die zivilisation (Jerman).
2.
Peradaban awal bangsa-bangsa di dunia biasanya
terbentuk di lembah-lembah sungai karena air sangat penting bagi kelangsungan
hidup suatu masyarakat. Sungai juga berfungsi untuk pengairan usaha pertanian,
peternakan, dan transportasi yang menghubungkan antardaerah. Peradaban juga
terbentuk di daerah yang subur bagi pertanian. Peradaban awal yang terbentuk di
lembah sungai dan daerah yang subur, antara lain peradaban Mesir Kuno di lembah
sungai Nil, peradaban Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dan Tingris, dan
peradaban India Kuno di lembah sungai Indus dan Gangga.
3.
Ciri-ciri umum peradaban:
-
Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik,
indah, dan modern.
-
Sistem pemerintahan yang tertib karena terdapat hukum
dan aturan-aturan.
-
Masyarakat terbagi dalam jenis pekerjaan, keahlian, dan
strata sosial yang jauh lebih kompleks.
-
Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi
baru yang lebih maju, seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur,
kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan sebagainya.
4.
Peradaban lembah Sungai Gangga merupakan campuran
antara kebudayaan bangsa Aria dengan bangsa Dravida. Kebudayaan campuran itu
lebih dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu. Perkembangan sistem pemerintahan
di lembah sungai Gangga merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan
masyarakat di lembah sungai Indus.
5.
Sistem planologi di kota Mohenjo Daro dan Harappa:
-
Jalan-jalan di kota sudah teratur dan lurus. Di sebelah
kanan-kiri terdapat trotoar dengan lebar setengah meter. Gedung dan rumah serta
pertokoan teratur.
-
Wilayah kota dibagi atas beberapa blok berbentuk
persegi. Tiap-tiap blok dibagi oleh lorong-lorong yang satu sama lainnya saling
berpotongan.
-
Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang
lebar. Saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan jamban yang ada di dalam
rumah dihubungkan langsung dengan jaringan saluran umum yang dibangun dan
mengalir di bawah jalan dan dialirkan menuju sungai.
-
Membuat saluran irigasi dan membangun daerah pertanian
di wilayah pedalaman.
6.
Peradaban bangsa Cina telah mengenal sistem pertanian
secara intensif, yaitu dengan penggunaan pupuk dan pembuatan saluran irigasi.
Masyarakat Cina juga telah menguasai teknologi pengolahan bahan tambang menjadi
alat-alat kebutuhan hidup. Bangsa Cina juga dikenal sebagai peradaban yang
memilliki banyak ahli dalam bidang astronomi serta sistem penanggalan. Dengan
kedua pengetahuan ini, bangsa Cina dapat mengatur dan mengembangkan sistem
pelayaran, sistem pertanian, serta pergantian musim.
7.
Tindakan Kaisar Tang Tai Tsung:
-
Dikeluarkannya undang-undang yang mengatur pembagian
tanah.
-
Membuat peratura-peraturan pajak.
-
Membagi Kerajaan Cina menjadi 10 propinsi.
8.
Kebudayaan Bac Son-Hoa Binh telah ada semenjak tahun
10.000 SM sampai dengan 4000 SM yang terletak di sebelah utara Vietnam. Sistem
kebudayaannya berburu dan mengumpulkan makanan. Sistem peralatan dan
perlengkapan hidupnya terbuat dari batu-batu. Ciri gerabah batu pada budaya Bac
Son-Hoa Binh adalah adanya penyerpihan pada satu atau dua sisinya. Di daerah
Jawa, bukti arkeologis dari peralatan hidup masyarakat Bac Son-Hoa Binh
ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo.
9.
Hubungan perdagangan dengan India membawa pengaruh
dalam bidang ekonomi, sosial, budaya (agama Hindu-Buddha), dan pemerintahan
(kerajaan Hindu-Buddha). Pengaruh dari Cina terutama adalah terbentuknya
kerajaan-kerajaan maritim yang besar di Indonesia. Pengaruh kebudayaan Yunan di
Indonesia adalah persebaran nenek moyang bangsa Indonesia dari Yunan yang
membawa kebudayaan mesolithikum dan perunggu.
10. Kebudayaan
India peninggalannya berupa bangunan candi dan agama Hindu-Buddha, kebudayaan
Cina peninggalannya berupa barang-barang porselen dan sistem perdagangan,
kebudayaan Yunan peninggalannya berupa kapak pebble, alat tulang, dan perunggu.
Evaluasi Semester II
1.
d
2.
a
3.
d
4.
e
5.
e
6.
a
7.
e
8.
d
9.
b
10. e
11. b
12. c
13. e
14. a
15. e
16. a
17. d
18. c
19. e
20. d
21. b
22. a
23. e
24. a
25. b
26. e
27. d
28. b
29. b
30. a
31. e
32. b
33. a
34. e
35. d
36. b
37. a
38. b
39. b
40. a
41. b
42. a
43. d
44. b
45. e
46. d
47. e
48. e
49. c
50. a
B.
1. Peradaban
dapat diartikan sebagai puncak hasil budaya suatu kelompok manusia atau masyarakat.
2. Ciri-ciri
umum peradaban:
-
Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik,
indah, dan modern.
-
Sistem pemerintahan yang tertib karena terdapat hukum
dan aturan-aturan.
-
Masyarakat terbagi dalam jenis pekerjaan, keahlian, dan
strata sosial yang jauh lebih kompleks.
-
Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi
baru yang lebih maju, seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur,
kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan sebagainya.
3. Periodisasi
perkembangan budaya masyarakat awal Indonesia dibedakan atas beberapa kurun
waktu sesuai dengan tingkat peradabannya. Tingkat peradaban ini dibedakan
berdasarkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat benda atau alat
perlengkapan hidup manusianya. Berdasarkan hal itu, perkembangan budaya dapat
dibedakan menjadi zaman batu dan zaman logam. Zaman batu terdiri dari zaman
batu tua, zaman batu madya, zaman batu muda, dan zaman batu besar. Zaman logam
terdiri dari zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.
4.
5. Zaman Neozoikum terbagi menjadi dua,
yaitu:
-
Era
tersier, binatang menyusui, seperti berbagai jenis monyet dan kera telah
berkembang pesat.
-
Era
kuarter, dibagi menjadi dua kala, yaitu kala pleistosen dan holosen. Kala
pleistosen atau zaman Deluvium berlangsung sejak 600.000 tahun yang lalu dan
sering disebut sebagai zaman es (glasial). Zaman glasial ditandai dengan
mencairnya es di Kutub Utara. Kala holosen atau zaman Aluvium berlangsung sejak
20.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini mulai muncul spesies Homo sapiens.
6. Pada
zaman batu tua, masyarakat hidup berpindah-pindah (nomaden) dan mengumpulkan makanan (food gathering).
7. Pada
zaman perundagian, masyarakat telah menetap dan mampu mengolah benda-benda
logam. Pada zaman ini, muncul golongan undagi
yang terampil melakukan suatu jenis usaha. Susunan masyarakat zaman ini menjadi
semakin kompleks dan teratur.
8. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan
di Indonesia, yaitu:
-
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan oleh von Koenigswald di
Sangiran. Bengawan Solo pada tahun 1941 di lapisan pleistosen bawah.
-
Pithecanthropus mojokertensis ditemukan oleh von Koenigswald di
Mojokerto pada tahun 1936.
-
Pithecanthropus robustus ditemukan oleh von Koenigswald di Trinil
pada tahun 1939.
-
Pithecanthropus erectus ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil
pada tahun 1890.
-
Homo soloensis ditemukan oleh von Koenigswald dan F. Weidenrich
di Ngandong pada tahun 1931 – 1934.
-
Homo wajakensis ditemukan oleh von Rietschoten lalu diteliti oleh
Eugene Dubois di daerah Wajak, Tulung Agung pada tahun 1989.
9. Hasil
kebudayaan kala Pleistosen dibagi ke dalam kebudayaan Pacitan dan kebudayaan
Ngandong. Hasil kebudayaan Pacitan berupa alat-alat dari batu yang disebut
kapak genggam. Hasil kebudayaan Ngandong berupa alat tulang dan kapak genggam.
10. Pada masa
berburu, masyarakat masih berpindah-pindah tempat (nomaden) dan menggunakan peralatan sederhana yang terbuat dari
bahan-bahan yang ada di lingkungan mereka, seperti batu, kayu, tulang, dan
tanduk rusa. Alat-alat tersebut diolah secara kasar dan belum diasah atau
diupam halus. Pada masa bercocok tanam dan beternak, masyarakat telah menetap
dan mampu membuat tempat untuk memasak dan menyimpan makanan berupa gerabah.
Alat-alat penunjang dari batu juga sudah diperhalus dan mulai membuat peralatan
dari batu indah, batu api, dan batu lainnya. Masyarakat telah mampu mengolah
pertanian dan peternakan, serta mempunyai pandangan terhadap kehidupan setelah
kematian. Pada zaman ini, praktik perdukunan juga mulai muncul sebagai akibat
dari berkembangnya penyakit.
11. Peradaban
India Kuno dibagi dalam peradaban sungai Indus dan peradaban sungai Gangga.
Peradaban sungai Indus terlihat dari peninggalan kota modern Mohenjo Daro dan
Harappa. Planalogi atau penataan pada kota-kota tersebut telah menunjukan
sistem kota yang tertata rapi dan teratur layaknya kota modern. Peradaban
sungai Gangga merupakan campuran antara kebudayaan bangsa Aria dengan bangsa
Dravida. Kebudayaan campuran itu lebih dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.
Perkembangan sistem pemerintahan di lembah sungai Gangga merupakan kelanjutan
dari sistem pemerintahan masyarakat di lembah sungai Indus.
12. Peradaban
India memiliki ciri khas, yaitu peninggalan kota Mohenjo Daro dan Harappa yang
telah mengenal sistem tata kota modern, menjalankan pertanian, dan pengolahan
irigasi. Peradaban India juga melahirkan agama Hindu dan Buddha yang kemudian
menyebar ke Asia serta terbentuknya kerajaan Gupta. Peradaban Cina memiliki
ciri khas, yaitu berdirinya dinasti-dinasti yang memimpin pemerintahan,
pembangunan tembok besar pada masa Dinasti Chin, perkembangan pemikiran
filsafat Lao Tse dan Kong Fu Tse, sistem pertanian secara intensif, yaitu
dengan penggunaan pupuk dan pembuatan saluran irigasi. Masyarakat Cina juga
telah menguasai teknologi pengolahan bahan tambang menjadi alat-alat kebutuhan
hidup. Bangsa Cina juga dikenal sebagai peradaban yang memilliki banyak ahli
dalam bidang astronomi serta sistem penanggalan.
13. Pembangunan
tembok besar pada masa Dinasti Chin, perkembangan pemikiran filsafat Lao Tse
dan Kong Fu Tse, sistem pertanian secara intensif, yaitu dengan penggunaan
pupuk dan pembuatan saluran irigasi. Masyarakat Cina juga telah menguasai
teknologi pengolahan bahan tambang menjadi alat-alat kebutuhan hidup. Bangsa
Cina juga dikenal sebagai peradaban yang memilliki banyak ahli dalam bidang
astronomi serta sistem penanggalan.
14. Teknik a cire perdue dalam membuat perunggu
adalah dengan cara membuat pola dari lilin yang bercampur tanah liat menjadi
benda yang akan dibuat terlebih dahulu. Pola bentuk lilin ini dilapisi dengan
tanah liat dan diberi lubang pada bagian bawah dan bagian atas. Lalu dituangkan
cairan perunggu. Cairan lilin yang meleleh akan keluar dari lubang bagian
bawah. Setelah dingin, yang tertinggal adalah yang telah jadi. Sementara itu,
teknik bivalve memiliki sedikit
perbedaan. Dalam teknik ini, digunakan dua cetakan yang ditangkupkan. Pada dua
cetakan yang ditangkupkan itu, diberi lubang di bagian atas dan bawahnya agar
dapat diberi cairan perunggu panas. Setelah mengering dan dingin, dua cetakan
tangkup tersebut diangkat dan diperoleh hasil benda perunggu di dalamnya.
15. Kebudayaan
Bac Son-Hoa Binh telah ada semenjak tahun 10.000 SM sampai dengan 4000 SM yang
terletak di sebelah utara Vietnam. Sistem kebudayaannya berburu dan
mengumpulkan makanan. Sistem peralatan dan perlengkapan hidupnya terbuat dari batu-batu.
Ciri gerabah batu pada budaya Bac Son-Hoa Binh adalah adanya penyerpihan pada
satu atau dua sisinya. Di daerah Jawa, bukti arkeologis dari peralatan hidup
masyarakat Bac Son-Hoa Binh ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo.
Kebudayaan Dong Son telah ada semenjak tahun 1500 SM sampai dengan 500 SM yang
bertempat di kawasan Sungai Ma, Vietnam. Sistem peralatan dan perlengkapan
hidupnya terbuat dari perunggu. Di Indonesia, pengaruh budaya perunggu dari
Dong Don terlihat dari penemuan berbagai nekara di berbagai kawasan, seperti
Sumbawa, Selayar, Sulawesi, dan Bali.
|
Mengetahui,
Kepala
|
|
Juli 2011
Guru Mapel Sejarah
|
http://aguswuryanto.wordpress.com/rpp-dan-silabus-berkarakter-sma/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar