RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NAMA SEKOLAH :
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XI (sebelas)/2 (dua)
Standar Kompetensi :3.
Menganalisis pemanfaatan
dan pelestarian lingkungan hidup
Kompetensi
Dasar :3.2. Menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan
pembangunan berkelanjutan
Indikator Pencapaian
Kompetensi: - Memberi contoh
tindakan-tindakan yang mencerminkan pelestarian lingkungan hidup dalam
kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
Alokasi
Waktu : 1 x 45
menit
A.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
-
Mendeskripsikan tindakan-tindakan yang mencerminkan
pelestarian lingkungan hidup
Karakter siswa yang diharapkan :
§
Kerja keras, Jujur,
saling menghargai.
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
§
Kerja keras,
jujur, saling menghargai orang lain, inovatif,
B.
Materi Pembelajaran
-
Tindakan pelestarian lingkungan hidup
C.
Metode Pembelajaran
Ceramah, life skills, unjuk
kerja, penugasan
Strategi
Pembelajaran
Tatap
Muka
|
Terstruktur
|
Mandiri
|
·
Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan
pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
|
·
Menjelaskan hubungan pelestarian lingkungan hidup
dengan pembangunan berkelanjutan dari berbagai referensi secara individu
·
Secara individu, membuat kliping (dilengkapi dengan
rangkuman dan tanggapan serta sumber) tentang pelestarian lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan
|
·
Berikan contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan
pelestarian lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan!
·
Buatlah kliping tentang pelestarian lingkungan hidup
dalam hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan!
|
D.
Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran
Pertemuan
Kesembilan
1. Kegiatan Pendahuluan: 10
menit
·
Apersepsi: guru menyapa siswa, kemudian mengabsen.
·
Guru menanyakan tindakan yang mencerminkan pelestarian
lingkungan hidup
2. Kegiatan Inti: 30 menit
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
·
Guru menjelaskan tindakan yang mencerminkan pelestarian
lingkungan hidup secara garis besar dari berbagai referensi. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
·
Penugasan secara individu: mengerjakan soal evaluasi Bab
4 tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan. (nilai
yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.)
3. Kegiatan Penutup: 5 menit
·
Melakukan refleksi materi yang telah dibahas. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
mengenai materi yang kurang dimengerti. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Secara individu, siswa membuat kliping tentang
pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan (berisi tentang rangkuman,
tanggapan, dan sumber) (nilai
yang ditanamkan: Kerja keras,
Jujur, saling menghargai.);
E.
Sumber/ Bahan/ Alat
Belajar
-
Buku sumber Geografi SMA – ESIS
-
Buku-buku penunjang yang relevan
-
Gambar atau foto lingkungan hidup
-
OHP / Slide Proyektor
-
Internet
F.
Penilaian
- Penilaian soal evaluasi
Rubrik Penilaian Kliping
Aspek yang dinilai
|
Nilai
kualitatif
|
Nilai
kuantitatif
|
Deskripsi
(Alasan)
|
|
Pengantar menunjukkan
isi
|
||||
Pengantar disajikan
dengan bahasa yang baik
|
||||
Isi menunjukkan
penjelasan dari masalah yang dibahas
|
||||
Isi disajikan dengan
bahasa yang baik
|
||||
Penutup memberi
kesimpulan akhir terhadap materi
|
||||
Penutup disajikan
dengan bahasa yang baik
|
||||
Nilai rata-rata
|
||||
Komentar
|
||||
Kriteria
Penilaian:
Nilai kualitatif
|
Nilai kuantitatif
|
|
Memuaskan
|
4
|
> 80
|
Baik
|
3
|
68 - 79
|
Cukup
|
2
|
56 - 67
|
Kurang
|
1
|
< 55
|
Kunci
Jawaban
I. Pilihan Ganda
1. d
2. e
3. a
4. c
5. e
6. c
7. c
8. b
9. b
10. e
II. Essai
1.
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu (benda, kondisi,
situasi) yang ada di sekeliling makhluk hidup, yang berpengaruh terhadap
kehidupan (sifat, pertumbuhan, persebaran) makhluk hidup yang bersangkutan.
2. Contoh interaksi manusia
dengan lingkungannya, yaitu
§ membuat rumah panggung
pada daerah dataran tinggi,
§ pembuatan terasering pada
lahan pertanian yang memiliki tingkat kemiringan lereng relatif besar.
3.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong pertumbuhan industri yang
memerlukan sumber daya alam dalam jumlah besar dalam proses produksinya untuk
memenuhi kebutuhan manusia yang makin meningkat.
4.
Tiga contoh buruknya kualitas lingkungan di Indonesia,
(1) terjadinya banjir, (2) tanah longsor, (3) kebakaran hutan. Di dunia, (1)
peningkatan suhu global, (2) menipisnya lapisan ozon, (3) menipisnya kawasan
hutan hujan tropis.
5.
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan atau
perkembangan untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang, tanpa mengorbankan
pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Contoh, menggunakan air secukupnya,
melakukan penebangan pohon secara bertanggung jawab, memanfaatkan hewan
seperlunya dan tidak membunun atau memburunya untuk alasan yang tidak penting.
III. Soal Terapan
1.
Perpindahan penduduk dari desa ke kota, dimana penduduk
yang pergi tidak memiliki keahlian dan keterampilan yang memadai sehingga
mereka yang datang tidak dapat bersaing dan akhirnya mendirikan permukiman yang
dibangun di sepanjang rel kereta api dan bantaran sungai. Membatasi jumlah
penduduk yang datang dari desa yang tidak memiliki keahlian apa-apa,
memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak.
2.
Mematikan lampu dan benda-benda lain yang menggunakan
listrik bila tidak digunakan. Menghemat biaya rekening listrik dan menghemat
pasokan energi.
3.
Polusi udara semakin meningkat. Membatasi jumlah
kendaraan bermotor
IV. Skala Sikap
Aspek yang dinilai
|
Nilai
kualitatif
|
Nilai
kuantitatif
|
Deskripsi
(Alasan)
|
|
Pemahaman tentang
materi
|
||||
Kemampuan melakukan
analisis atas pernyataan/kutipan tersebut
|
||||
Sikap terhadap
pernyataan/kutipan tersebut
|
||||
Alasan terhadap sikap
atas pernyataan/kutipan tersebut
|
||||
Kemampuan penggunaan
bahasa yang baik dalam analisis
|
||||
Nilai rata-rata
|
||||
Komentar
|
||||
Kriteria
Penilaian:
Nilai kualitatif
|
Nilai kuantitatif
|
|
Memuaskan
|
4
|
> 80
|
Baik
|
3
|
68 - 79
|
Cukup
|
2
|
56 - 67
|
Kurang
|
1
|
< 55
|
Kunci
Jawaban Evaluasi Semester 2
I. Pilihan Ganda
1. c 11. e 21.
c
2. e 12. e 22.
c
3. d 13. e 23.
c
4. b 14. e 24.
b
5. b 15. e 25.
d
6. a 16. a
7. e 17. c
8. b 18. a
9. a 19. a
10. e 20. b
II. Essai
1.
Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa
lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk
hidup, termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang memengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya.
2.
Komponen bio-geofisikal adalah komponen yang terdiri dari
lingkungan alam, sedangkan komponen sosial-budaya terdiri dari individu,
keluarga, kelompok, masyarakat ataupun bangsa lain, yang memengaruhi cara hidup
dan kehidupan kita.
3.
Penambangan batubara pada umumnya dilakukan dengan
beberapa cara sebagai berikut.
a.
Penambangan terbuka (open
pit), jika lapisan batubara luas dan hanya tertutup oleh lapisan tanah atau batuan yang tipis.
b.Penambangan tembusan bukit,
jika lapisan batubara terletak merata atau miring memasuki gunung.
c.Penambangan dalam (close mining), jika lapisan batubara
berada tegak atau hampir tegak merata dan tertimbun ratusan meter dan dalam
4.
Antara komponen bio-geofisikal dan lingkungan sosial
budaya terjalin hubungan interaksi dan interdepensi (saling ketergantungan),
dalam interaksi yang terjadi antara manusia dan lingkungan, manusia melakukan
seleksi dan adaptasi
5.
Perikanan laut merupakan usaha penangkapan ikan yang
dilakukan di laut, di sekitar pantai atau di tengah laut, sedangkan perikanan
air payau adalah usaha penangkapan ikan yang dilakukan di darat, umumnya berupa
jenis budidaya udang dan ikan bandeng.
6.
Peternakan jinak kandang, hewan ternak berkelompok di
padang rumput, pada siang hari dan pada sore hari hewan ternak digiring kembali
ke kandang, sedangkan peternakan hewan liar, umumnya hewan ternak bebas dilepas
di padang rumput, baik siang maupun malam hari. Hewan hanya diberi tanda oleh
pemiliknya dan ditangkap jika diperlukan.
7.
Berdasarkan intensitas cahaya yang masih bisa menembus
perairan, habitat air laut dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
§ wilayah fotik, daerah
laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Kedalaman maksimum wilayah ini
sekitar 200 m.
§ wilayah twilight,
merupakan daerah remang-remang (hanya sedikit cahaya matahari yang bisa
menembus perairan di wilayah ini). Wilayah ini tidak efektif untuk kegiatan
fotosintesis. Kedalaman antara 200-2.000 m.
§ wilayah afotik, merupakan
wilayah yang tidak tembus cahaya matahari. Wilayah ini gelap sepanjang masa.
Kedalaman mencapai 2.000 m.
8.
Penyebab terjadinya keanekaragaman flora dan fauna di
Indonesia, yaitu sebagai berikut.
§ Sejarah geologi.
§ Perbedaan iklim seperti
temperatur udara, curah hujan, dan kelembapan.
§ Perbedaan keadaan tanah
seperti tekstur, struktur, mineral (unsur hara), air tanah, dan kandungan udara
dalam tanah.
§ Keadaan relief permukaan
bumi.
§ Komponen biotik seperti
manusia yang turut mengubah bentangan alam
9.
Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara
maksimal
10.
Kualitas lingkungan menurun bahkan mendekati titik
kritis.
Mengetahui,
Kepala SMA/MA,
|
, Juli 2011
Guru Mapel Geografi
|
.
Sumber:
http://aguswuryanto.wordpress.com/rpp-dan-silabus-berkarakter-sma/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar