Dalam buku Max
Planck yang diterbitkan baru-baru ini, Ke mana Sain akan Menuju? (Where Is Science Going?) Ada satu bab
yang membahas tentang metode ilmiah. Bab ini menarik untuk mengetahui metode
apa sesungguhnya yang dikejar oleh pendiri terkenal fisika quantum baru yang
telah menyelesaikan begitu banyak pekerjaan untuk merevolusi fisika. Pertama,
Planck menolak mentah-mentah teori kaum positif yang mengatakan bahwa kita tahu
tak ada dunia apa pun di balik pengalaman inderawi yang dengan serta-merta kita
miliki sendiri. Planck juga menolak bahwa kita tidak pernah berurusan dengan
apa pun termasuk dunia ini artinya bagi kaum positif objek apa pun, misalnya
sebuah rumah atau pohon adalah sekedar persepsi inderawi kita yang dengan serta-merta
kompleks. Ini tidak berarti positivisme ingin mengatakan bahwa di belakang
pengalaman inderawi terdapat objek yang betul-betul nyata.
Planck menolak
teori positivistik ini dan percaya bahwa sain sekarang bersandar pada fondasi
yang lebih stabil dan lebih luas atau lebih besar. Sain membuat rumusan hukum (postulat) bahwa ada dunia eksternal yang
betul-betul nyata dengan bebas eksis (mewujud) pada proses mengetahui kita
walaupun dunia ini tidak secara langsung bisa diketahui. Sain hanya bisa
mengetahui secara tidak langsung dan pengetahuan lengkap tentang dunia
eksternal merupakan tujuan sesungguhnya yang berusaha didekati oleh sain tetapi
tidak pernah seluruhnya diperoleh. Artinya bahwa ilmuwan bisa sampai pada
pengetahuan hakekat sekitar dunia fisik karena dengan menggunakan pengukuran. Dalam membuat ukuran ini dan
dalam melakukan semua observasi dan eksperimen tersebut, kita harus menggunakan
semua usaha untuk mengeluarrkan, membersihkan, mengeliminasi semua sumber
kesalahan yang muncul dari akibat penggunaan berbagai alat penelitian (riset)
kita atau dari kecenderungan subjektif (organ) alat tubuh inderawi kita.
Pengukuran dan pengamatan (observasi) ini membawa bahan mentah di mana ilmuwan
kemudian menggunakannya dalam usaha mengkonstruksi dan menggambar dunia
eksternal.
Bagaimana gambar
dunia eksternal diperoleh? Di sini semua hal-hal yang penting merupakan
pekerjaan konstruktif dan penuh guna yang dilakukan oleh ilmuwan itu sendiri.
Ilmuwan harus membuat beberapa hipotesis. Ilmuwan bisa memberi kebebasan pada
semangat inisiatif yang dimilikinya dan memberikan kekuatan konstruktif pada
imajinasi untuk berperan sebesar-besarnya. Ilmuwan harus mencoba
mengorganisasikan ke dalam satu hukum, berbagai hasil eksperimen dan
pengalamannya. Hipotesis harus dibebaskan dari inkoherensi logis batiniah.
Berbagai deduksi yang diturunkan dari hipotesis harus bersesuaian dengan
pengukuran riset dan eksperimen. Banyak teori yang menjanjikan gagal untuk
mempertahankan ujian atau test ini dan harus ditolak selanjutnya ilmuwan harus
menemukan yang baru.
Kita bisa lihat
dari gambaran Planck tentang metode ilmiah, bagaimana sain itu sebagian besar
muncul dari pikiran para ilmuwan. Hukum besar pada fisika datang dari orang
besar. Penemuan revolusioner dalam fisika dan mikrofisika baru-baru ini mungkin
telah dibuat tidak hanya oleh alat yang akurat, mengagumkan, baru dan
eksperimen serta observasi yang sabar dan telaten tetapi melalui manusia jenius
dan brilian itu sendiri seperti Planck, Einstein, Niels Bohr, Heisenberg, Hertz
dan Schroedinger.
Tentu saja hal
ini terjadi bukan karena intuisi brilian semata yang membuat ilmuwan besar
menjadi seorang filsuf. Ketelatenan, kesabaran, kerajinan, kejujuran dan
ketulusan hati juga menjadi perlengkapan penting yang memang harus dimiliki
oleh mereka.
Seorang filsuf
harus menjadi orang yang mau mendengarkan atas semua saran tetapi penilaian
ditentukan oleh dirinya sendiri. Dia tidak akan dibiaskan oleh kenampakkan,
tidak memiliki hipotesis favorit artinya tanpa mazhab. Dalam doktrin tidak
memiliki guru. Dia tidak akan menjadi seseorang yang mengindahkan orang lain
tetapi lebih mengindahkan berbagai dan banyak hal. Kebenaran harus menjadi
tujuan utamanya. Jika semua kualitas ini di tambah dengan sifat rajin
(kerajinan) maka dia tentu saja boleh berharap dapat berjalan dalam kabut
rahasia kuil alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar