Minggu, 04 Mei 2014

Apa itu Sain?




Kata science berasal dari kata Latin yang digunakan untuk merujuk pada konsep pengetahuan. Kata ini diturunkan dari kata, scio, scire. Science adalah pengetahuan. Ada beberapa jenis pengetahuan yang masing-masin berbeda. Pengetahuan ilmiah yang kita maksudkan adalah pasti, eksak, seksama dan terorganisir secara lengkap. Pengetahuan macam ini disebut juga dengan pengetahuan yang sungguh-sungguh nyata (real knowledge) dan tentu saja terorganisir dengan baik.

Karena filsafat juga dianggap sebagai pengetahuan tentang dunia maka dua pokok bahasan yaitu filsafat dan sain akan nampak memiliki tujuan yang sama namun tentu memiliki perbedaan. Kadang-kadang dikatakan bahwa sain itu menggambarkan, sementara filsafat menafsirkan. Mr. J. Arthur Thomson, dalam buku kecilnya yang berjudul An Intorduktion to Science menganjurkan kepada pembaca terutama pengikut Pearson dan banyak sarjan modern lain, mendefinisikan science dalam kerangka di bawah ini:

Sain adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms).

Seorang ilmuwan dalam penyelidikannya mengenai sekelompok fenomena, pertama mengumpulkan fakta-fakta tersebut selanjutnya mempelajari berbagai kondisi yang menimpa mereka (sebab-musabab) dan akhirnya menyelidiki kesamaan cara-cara bertingkah laku mereka (hukum-hukum mereka) dan menyusun semua turunannya ke dalam bentuk risalat (laporan) yang sistematis. Di sini tugasnya sebagai seorang ilmuwan berakhir.

Sekarang kita yakin bahwa sain adalah sejenis penjelasan tentang suatu hal untuk mengungkap berbagai kondisi (sebab-musabab) yang terjadi di dalamnya. Misalnya ketika kita menjelaskan demam tipus dengan memperhatikan jenis bacillus (semacam bakteri) tertentu yang hadir secara tetap dalam suatu kasus tertentu. Sain juga merupakan sejenis penjelasan tentang suatu hal untuk mengungkapkan contoh suatu hukum atau keseragaman umum. Misalnya saat kita menunjukkan bahwa sebuah pendulum, dengan terus-menerus. Misalnya saat kita menunjukkan bahwa sebuah pendulum, dengan terus-menerus bergerak sampai ke titik terlemahnya, merupakan contoh hukum umum gravitasi. Semua benda-benda jasmaniah alamiah, seperti pendulum dengan bumi, cenderung saling bergerak ke arah masing-masing. Hal ini juga masih benar, seandainya kita mengatakan bahwa usaha sungguh-sungguh sain bukan penjelasan terakhir tentang berbagai hal. Sain hanya menganalisis dan mengklasifikasikan hukum-hukum tersebut dan menentukan berbagai kondisi yang terjadi atas mereka kemudian merumuskan atau memformulasikan cara-cara mereka bertingkah laku.

Maka kerja sain adalah sebagai berikut :
I.                   Kumpulan tentang fakta-fakta
II.                Gambaran tentang fakta-fakta
1.      Definisi dan gambaran umum
2.      Analisis
3.      Klasifikasi
               III.            Penjelasan tentang fakta-fakta
1.      Memastikan sebab-musabab (invariable antecedents)
2.      Merumuskan berbagai kesamaan perilaku (uniformities of behavior)     

Sumber : Buku Filsafat

Tidak ada komentar:

Kisah Mata Air Keabadian

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra. Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada d...