Kata science berasal dari kata Latin yang
digunakan untuk merujuk pada konsep pengetahuan. Kata ini diturunkan dari kata,
scio, scire. Science adalah pengetahuan. Ada beberapa jenis pengetahuan yang
masing-masin berbeda. Pengetahuan ilmiah yang kita maksudkan adalah pasti,
eksak, seksama dan terorganisir secara lengkap. Pengetahuan macam ini disebut
juga dengan pengetahuan yang sungguh-sungguh nyata (real knowledge) dan tentu
saja terorganisir dengan baik.
Karena filsafat
juga dianggap sebagai pengetahuan tentang dunia maka dua pokok bahasan yaitu
filsafat dan sain akan nampak memiliki tujuan yang sama namun tentu memiliki
perbedaan. Kadang-kadang dikatakan bahwa sain itu menggambarkan, sementara
filsafat menafsirkan. Mr. J. Arthur Thomson, dalam buku kecilnya yang berjudul An Intorduktion to Science menganjurkan
kepada pembaca terutama pengikut Pearson dan banyak sarjan modern lain,
mendefinisikan science dalam kerangka di bawah ini:
Sain adalah
gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam
suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms).
Seorang ilmuwan
dalam penyelidikannya mengenai sekelompok fenomena, pertama mengumpulkan
fakta-fakta tersebut selanjutnya mempelajari berbagai kondisi yang menimpa
mereka (sebab-musabab) dan akhirnya menyelidiki kesamaan cara-cara bertingkah
laku mereka (hukum-hukum mereka) dan menyusun semua turunannya ke dalam bentuk
risalat (laporan) yang sistematis. Di sini tugasnya sebagai seorang ilmuwan
berakhir.
Sekarang kita
yakin bahwa sain adalah sejenis penjelasan tentang suatu hal untuk mengungkap
berbagai kondisi (sebab-musabab) yang terjadi di dalamnya. Misalnya ketika kita
menjelaskan demam tipus dengan memperhatikan jenis bacillus (semacam bakteri)
tertentu yang hadir secara tetap dalam suatu kasus tertentu. Sain juga
merupakan sejenis penjelasan tentang suatu hal untuk mengungkapkan contoh suatu
hukum atau keseragaman umum. Misalnya
saat kita menunjukkan bahwa sebuah pendulum, dengan terus-menerus. Misalnya
saat kita menunjukkan bahwa sebuah pendulum, dengan terus-menerus bergerak
sampai ke titik terlemahnya, merupakan contoh hukum umum gravitasi. Semua
benda-benda jasmaniah alamiah, seperti pendulum dengan bumi, cenderung saling
bergerak ke arah masing-masing. Hal ini juga masih benar, seandainya kita
mengatakan bahwa usaha sungguh-sungguh sain bukan penjelasan terakhir tentang
berbagai hal. Sain hanya menganalisis dan mengklasifikasikan hukum-hukum
tersebut dan menentukan berbagai kondisi yang terjadi atas mereka kemudian
merumuskan atau memformulasikan cara-cara mereka bertingkah laku.
Maka kerja sain
adalah sebagai berikut :
I.
Kumpulan tentang fakta-fakta
II.
Gambaran tentang fakta-fakta
1. Definisi
dan gambaran umum
2. Analisis
3. Klasifikasi
III.
Penjelasan tentang fakta-fakta
1. Memastikan
sebab-musabab (invariable antecedents)
2. Merumuskan
berbagai kesamaan perilaku (uniformities
of behavior)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar