Sabtu, 23 Mei 2009

PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

"Iklan Bisnis Online"

Anda ingin mendapatkan Hp Blackbery ikuti survey berikut ini,

Klik disini


Anda ingin Membangun Kekayaan Dari Internet ?

Klik disini


E-book Panduan Untuk Berbisnis Internet

Klik Disini


Jasa pembuatan website Klik disini

Ayo bergabung di Ziddu untuk mengupload File dan bisa dapat dollar


Pertumbuhan Primer dan Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan dan perkembanagan makhluk hidup merupakan suatu proses yang keduanya berjalan sejajar. Pertumbuhan merupakan pertambahan ukuran volume, massa, tinggi atau panjang yang bersifat irreversibel (tidak kembali). Adapun perkembangan merupakan suatu proses menuju tingkat kedewasaan, Pertumbuhan dapat diukur sehingga dapat dinyatakan dengan ukuran tertentu, sedangkan perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran atau bersifat kualitatif.

Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh titik tumbuh primer. Terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Pertumbuhan ini menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.

Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan kambium yang bersifat merismatik, menyebabkan diameter batang bertambah besar. Pertumbuhan ini hanya terjadi pada dikotil dan Gymnospermae.

Perkecambahan

Pertumbuhan pada tumbuhan biji dimulai saat biji berkecambah. Sesaat setelah mengalami perkecambahan, embrio dalam biji pada awal pertumbuhannya memperoleh makanan dari cadangan makanan pada jaringan endosperma.

Pada tumbuhan dikotil, biji terdiri dari kotiledon sehingga pada saat biji berkecambah, kotiledon akan membuka. Embrio melekat pada kedua kotiledonnya. Pada embrio bagian bawah disebut hipokotil, embrio bagian atas disebut epikotil, dan ujungnya disebut plumula (pucuk lembaga). Biji tumbuhan dikotil berbeda dengan tumbuhan monokotil. Biji tumbuhan monokotil mempunyai satu kotiledon yang disebut skutelum. Skutelum inilah yang berfungsi menyerap cadangan makanan dari endosperma biji sebelum tumbuhan membentuk daun. Embrio biji monokotil terbungkus oleh koleoriza yang menutupi akar embrionik dan koleoptil yang membungkus tunas embrionik.

Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi akar, sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.

Berdasarkan letak kotiledon, dikenal dua macam tipe perkecambahan yaitu sebagai berikut.

Perkecambahan Epigeal

Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon terangkat ke permukaan tanah. Contoh: perkecambahan kacang hijau dan kacang tanah.

Perkecambahan Hipogeal

Epikotil tumbuh memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal di dalam tanah. Contoh: perkecambahan kacang kapri dan kacang tanah.

Daerah Pertumbuhan pada Tumbuhan

Zona pertumbuhan dan perkembangan ada tiga macam yaitu sebagai berikut.

1. Zona pembelahan (zona merismatik), merupakan daerah paling ujung dan terbentuknya sel-sel baru dan aktif membelkah diri.

2. Zona pemanjangan, merupakan daerah hasil pembelahan sel meristem. Sel-sel hasil pembelahan tersebut bertambah besar ukurannya sehingga bertambah besar beberapa puluh kali dibandingkan sel-sel meristem.

3. Zona deferensial (perubahan bentuk sel), terletak di sebelah dalam daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini mengalami penebalan dinding dan terdeferensiasi menjadi epidermis, korteks, dan empulur. Sel yang lain terdeferensiasi menjadi jaringan parenkim, jaringan penunjang, dan jaringan pengangkut meristem, pada ujung batang membentuk primordia yang menyelubungi bagian ujung dan membentuk tunas kuncup. Pada sudut antara daun dan batang tumbuh tunas samping yang akan menjadi cabang. Daun dan tunas samping tumbuh pada jaringan tertentu menjadi bagian ruas.

Teori tumbuh menurut Hanstein, menyatkan bahwa jaringan pembentuk batang dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu sebagai berikut.

1. Dermatogen, merupakan lapisan luar yang membentuk epidermis.

2. Periblem, merupakan lapisan tengah yang membentuk korteks.

3. Plerom, merupakan bagian tengah yang dianggap sebagai pembentuk silinder pusat.

Menurut teori Tunika Korpus dari Schimidt, lapisan pembentuk jaringan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Tunika, sebagai pembentuk jaringan bagian luar.

2. Korpus, sebagai pembentuk jaringan bagian dalam.

Aktivitas pembelahan sel-sel titik tumbuh mengakibatkan terjadinya pertumbuhan primer. Sedang aktivitas kambium menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder.

sumber: LKS GITA

Tidak ada komentar:

Kisah Mata Air Keabadian

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra. Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada d...